Macam-Macam Asbabun Nuzul
Asbabun Nuzul ada 2 macam yaitu
1. Dalam bentuk peristiwa
Asbabun Nuzul dalam bentuk peristiwa ada 3 yaitu:
1) Peristiwa berupa pertengkaran, seperti perselisihan antara segolongan dari suku Aus dan segolongan dari suku Khasraj. Peristiwa itu timbul dari intik-intik yang ditiupkan orang-orang yahudi sehingga mereka bertetiak-teriak “senjata-senjata”. Peristiwa tersebut menyebabkan turunnya ayat Al-Qur’an surah Ali-imran ayat 100:Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orng yang diberi Al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman".(QS.Ali'Imran: 100)
2) Peristiwa berupa kesalahan yang serius, seperti: peristiwa seseorang yang mengimami sholat sedang dalam keadaan mabuk sehingga salah membaca surah Al-kafirun. dari peristiwa tersebut maka menyebabkan turunnya ayat Al-Qur’an surah An-Nisa’ ayat 43:
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlahkamu menghampiri sholat sedang kamu dalam keadaan mabuk sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan...." (QS.An-nisa’: 43)
3) Peristiwa berupa cita-cita dan keinginan, seperti persesuaian-persesuaian Umar Bin Khattab dengan ketentuan ayat Al-Qur'an. Seperti beberapa harapan umar bin khatab yang dikemukakan kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian turun ayat yang dikandungnya sesuai dengan harapan-harapan Umar tersebut. Seperti yang diriwayatkan oleh Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Umar berkata :" Aku sepakat dengan Tuhanku dalam 3 hal: Aku katakan kepada Rasul, bagaimana sekiranya kalau kita jadikan makam Ibrahim sebagai tempat sholat". Maka turunlah ayat Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 125:
Artinya: "Dan jadikanlah maqam Ibrahim sebagai tempat sholat".(QS.Al-Baqarah:125)
2. Dalam Bentuk Pertanyaan
Asbabun Nuzul dalam bentuk pertanyaan ada 3 yaitu:
1) Pertanyaan yang berhubungan dengan sesuatu yang telah berlalu, seperti pertanyaan tentang Zulkarnain, maka turunlah ayat Al-Qur’an surah Al-Kahfi ayat 82:
Artinya: "Mereka akan bertanya kepadamu Muhammad tentang Zulkarnain, Katakanlah :"Aku akan bacakan cerita tentangnya".(QS. Al-Kahfi:82)
2) Pertanyaan yang berhubungan dengan sesuatu yang sedang berlangsung pada saat itu, seperti pertanyaan tentang ruh maka turunlah ayat al-Qur’an surah Al-Isra' ayat 85:
Artinya: "Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh, Katakanlah "Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberikan pengetahuan melainkan sedikit". (QS. Al-Isra’:85)
3) Pertanyaan yang berhubungan dengan masa yang akan datang, seperti pertanyaan tentang hari kiamat maka turunlah ayat Al-Qur’an surah An-Nazi'aat ayat 42:
Artinya: "Mereka bertanya tentang hari kiamat, bila terjadinya..."(QS. An-Nazi’at:42).
Demikian, semoga bermanfaat!
Sinau bareng
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Batasan Aurat Wanita
Aurat adalah mahkota insan yang harus ditutupi dari pandangan yang bukan muhrimnya. Tidak hanyasaat melakukan shalat, namun di luar shalat p...
-
Tahlilan Tahlilan bukanlah sebuah kewajiban, jika ditinggalkan berdosa atau bukanlah perkara yang diwajibkanNya atau ditetapkanNya atau b...
-
dijaman yang serba online ini banyak sekali muncul bisnis yang berbau online. tapi kadang diantara bisnis bisnis online tersebut masih dirag...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar